Sinterklas

Indonesian

Etymology

Borrowed from Dutch Sinterklaas (Saint Nicholas), from Middle Dutch Sinter Clâes.

Pronunciation

  • (Standard Indonesian) IPA(key): /sinˈtərklas/ [sin̪ˈt̪ər.klas]
  • Rhymes: -ərklas
  • Syllabification: Sin‧ter‧klas

Noun

Sinterklas (plural Sinterklas-Sinterklas)

  1. (dated) Sinterklaas (Saint Nicholas in a folkloric incarnation, who gives presents to children on December 5 or 6)
  2. (dialectic, Eastern Indonesian) Santa Claus (a figure said to give presents to children on Christmas)
    Tradisi perayaan Natal di Maluku antara lain, tradisi Sinterklas, pesta kembang api, dan "pegang tangan."[1]
    Christmas celebration traditions in Maluku include the Santa Claus tradition, fireworks, and "holding hands."
    Menurut salah seorang siswa, Sinterklas SMA N 1 Lolak akan mengunjungi anak-anak di Buntalo.[2]
    According to one of the students, Santa Claus from SMA N 1 Lolak will visit the children in Buntalo.
    Kemudian anggota Satgas yang sudah memakai atribut sinterklas yang ditemani Piet Hitam membagikan bingkisan berisi jajanan untuk anak – anak yang ada di Papua.[3]
    Then the Task Force members who were wearing Santa Claus attributes, accompanied by Black Pete, distributed parcels containing snacks to children in Papua.

References

  1. ^ Mengungkap Tradisi Perayaan Natal yang Unik di Maluku”, in Kompasiana (in Indonesian), Kompasiana, 11 December 2023, retrieved 19 January 2026
  2. ^ SMA N 1 Lolak Gelar Sinterklas, 3 Pit Hitam Jadi Perhatian Anak-anak”, in TribunManado (in Indonesian), TribunManado, 13 December 2017, retrieved 19 January 2026
  3. ^ Ditengah Konflik Satgas Pamtas 623 BWU Berbagi Keceriaan dan Damai Natal di Maybrat”, in Sorongnews (in Indonesian), Sorongnews, 27 December 2023, retrieved 19 January 2026

Further reading